Santri Leteh on Fire

Rabu, April 15, 2015 Unknown 0 Comments

Rembang – Langit yang terlihat gelap di waktu maghrib, tiba-tiba terlihat begitu terang dengan warna orange pekat disertai kepulan asap yang beitu tebal. Ya, terjadi sebuah kebakaran di Jalan Majapahit Rembang Kota. Kebakaran tersebut terjadi disebuah bengkel. Berita Kebakaran Bengkel Rembang.
 
Ini adalaha pengalaman yang kedua bagi santri leteh untuk mengatasi kebakaran. Yang pertama ketika bangunan rumah disebelah timur asrama putra yang mengalami kebakaran karena meletusnya tabung LPG 3 Kg. yang kedua ini masih belum diketahui penyebabnya. Kebakaran ini terjadi disebelah timur asrama putri. Jarak antara titik api dengan asrama hanya +/- 10 meter. Sontak para santri putri berhamburan keluar dengan kepanikan yang tidak bisa diatasi lagi. Santri putra berduyun-duyun menuju asrama putri untuk menghalau api yang cepat merambat untuk memakan bangunan. Hal itu dikarenakan banyaknya bahan yang mudah terbakar didalam bengkel.

Memang, para santri tidak pernah mengikuti simulasi tindakan pertama pada bencana alam atau tragedi kebakaran seperti ini. Namun, para santri ini layaknya seorang yang sudah dilatih secara profesional untuk menempatkan diri masing-masing dalam posisinya. Ya, kami secara otomatis menempatkan diri pada posisinya tanpa di koordinir. Kami membentuk sebuah barisan estafet untuk mengangkat ember berisi air. Kami para santri juga dibantu oleh warga sekitar. 

Dalam kobaran semangat para santri untuk memadamkan api, begitu pula si jago merah itu semakin kuat kobarannya, dalam hati aku hanya bisa bergetar ketika melihat begitu dahsyat kuasa Allah yang bisa bertindak atas kuasaNya. Bergetar dan tak tahan hati ketika aku mendengar adzan yang dikumandangkan dari Masjid Agung Rembang yang sangat keras sekali, hal serupa juga dilakukan oleh salah seorang santri yang tidak jauh dari titik kobaran api. Ya Allah, aku begitu takut melihat kuasa Mu. Ketika itu, aku berada di atas KM. Asrama putri (+/- 10 meter dari titik api) merasakan begitu panasnya api dunia Mu. Belum lagi dengan api neraka Mu Allah.

Dalam kumandang adzan itu, api berkobar bak setan yang merasa kepanasan dengan adzab Tuhan. Atas izin Allah, api mulai untuk bisa di jinakkan. Kejadian dari pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB pun mobil pemadam kebakaran masih berdatangan. Pada saat itulah, para senior santri memberikan status aman 90 %. aku dengan rekan-rekan yang lain kembali ke asrama putra untuk membersihkan diri. Dan, alhasil aku baru merasakan rasa pegal, perih, dan rasa yang menyiksa pada tubuh ini pasca tragedi tersebut. Wallahu a’lam.

 Foto ini di ambil pasca memadamkan api


diambil dari depan asrama putra




You Might Also Like

0 komentar: