Cerita Lucu Dibalik Tragedi
Rembang – peristiwa kebakaran yang menimpa salah satu bangunan berupa bengkel di Jalan Majapahit Kelurahan Leteh, Rembang membuat geger seantereo wilayah Rembang hingga nasional. Penyebab Kebakaran Bengkel "Lombok Cepat" Rembang
Namun dibalik
tragedi yang membuat shock dan trauma yang mendalam bagi korban dan saksi mata,
ternyata juga terselip sebuah cerita lucu dan konyol yang terjadi diantra massa
yang sedang berduyun-duyun untuk memadamkan api. Cerita ini adu dengar dari
salah seorang santri putra yang juga ikut dalam pemadaman api yang berjarak +/-
5 meter dari titik api. Ia mengungkapkan bahwa ia melihat dan mendengar
seseorang yang melakukan kejadian lucu tersebut ketika dalam puncak kobaran api
memanas.
Ketika itu
(santri putra yang melihat kejadian lucu) sedang menyiramkan air dari timba
yang dibawa secara estafet oleh para santri yang lain. Sebut saja santri itu
Rohim. Rohim membantu pemadaman pada titik bahaya, dia memanjat pada sebuah
bangunan yang sangat dekat dengan kobaran api. Rohim melihat seorang laki-laki
paruh baya dengan membawa seember air. Anggap Rohim ketika itu mungkin si bapak
paruh baya juga ingin mencoba memadamkan api yang ada didekatnya. Tapi, setelah
memerhatikan lebih detail ternyata bapak itu tidak sedang menyiram titik panas
api namun sedang mengusir sebuah binatang yang sedang nangkring diatas atap
rumah.
Rohim pun
terpingkal-pingkal dalam keadaan yang menegangkan karena ia memanggap hal itu
sebagai tindakan konyol dan lucu yang pernah ia temui. Usut punya usut,
ternyata bapak tua itu sedang menyiram sebuah “Patung Ayam” yang sedang berdiri
tegak menghadap api yang membakar sebuah bagunan begitu dahsyat. Bermaksud hati
bapak tua ingin mengusir ayam tersebut agar tidak ikut menjadi “ayam bakar”
disekitar kobaran api. Berkali-kali ia menyiramkan air dari bawah bangunan dan
ayam itu tidak bergerak sedikit pun.
Tanpa disadari
ternyata bapak tua itu sedang dalam perhatian banyak orang sehingga salah satu
petugas damkar memberitahukan kepada bapak tua itu.
“Pak, Iku patung. Dudu ayam urip”
Pak , itu patung. Bukan ayam
hidup. Kata petugas damkar.
“Oalah, tiwas tak biyur ora
lunga-lunga”
Oalah, pantas saja di
siram tidak mau pergi. Kata bapak itu.
Ya, sebuah
kepanikan memang dapat menghilangkan akal dan logika seorang manusia untuk
berfikir jernih. Wallahu a’lam.






0 komentar: