Cerita Lucu Dibalik Tragedi

Jumat, April 17, 2015 Unknown 0 Comments


Rembang – peristiwa kebakaran yang menimpa salah satu bangunan berupa bengkel di Jalan Majapahit Kelurahan Leteh, Rembang membuat geger seantereo wilayah Rembang hingga nasional. Penyebab Kebakaran Bengkel "Lombok Cepat" Rembang
Namun dibalik tragedi yang membuat shock dan trauma yang mendalam bagi korban dan saksi mata, ternyata juga terselip sebuah cerita lucu dan konyol yang terjadi diantra massa yang sedang berduyun-duyun untuk memadamkan api. Cerita ini adu dengar dari salah seorang santri putra yang juga ikut dalam pemadaman api yang berjarak +/- 5 meter dari titik api. Ia mengungkapkan bahwa ia melihat dan mendengar seseorang yang melakukan kejadian lucu tersebut ketika dalam puncak kobaran api memanas.
Ketika itu (santri putra yang melihat kejadian lucu) sedang menyiramkan air dari timba yang dibawa secara estafet oleh para santri yang lain. Sebut saja santri itu Rohim. Rohim membantu pemadaman pada titik bahaya, dia memanjat pada sebuah bangunan yang sangat dekat dengan kobaran api. Rohim melihat seorang laki-laki paruh baya dengan membawa seember air. Anggap Rohim ketika itu mungkin si bapak paruh baya juga ingin mencoba memadamkan api yang ada didekatnya. Tapi, setelah memerhatikan lebih detail ternyata bapak itu tidak sedang menyiram titik panas api namun sedang mengusir sebuah binatang yang sedang nangkring diatas atap rumah.
Rohim pun terpingkal-pingkal dalam keadaan yang menegangkan karena ia memanggap hal itu sebagai tindakan konyol dan lucu yang pernah ia temui. Usut punya usut, ternyata bapak tua itu sedang menyiram sebuah “Patung Ayam” yang sedang berdiri tegak menghadap api yang membakar sebuah bagunan begitu dahsyat. Bermaksud hati bapak tua ingin mengusir ayam tersebut agar tidak ikut menjadi “ayam bakar” disekitar kobaran api. Berkali-kali ia menyiramkan air dari bawah bangunan dan ayam itu tidak bergerak sedikit pun.
Tanpa disadari ternyata bapak tua itu sedang dalam perhatian banyak orang sehingga salah satu petugas damkar memberitahukan kepada bapak tua itu.
            “Pak, Iku patung. Dudu ayam urip”
                        Pak , itu patung. Bukan ayam hidup. Kata petugas damkar.
            “Oalah, tiwas tak biyur ora lunga-lunga”
                        Oalah, pantas saja di siram tidak mau pergi. Kata bapak itu.



Ya, sebuah kepanikan memang dapat menghilangkan akal dan logika seorang manusia untuk berfikir jernih. Wallahu a’lam.

0 komentar:

Santri Leteh on Fire

Rabu, April 15, 2015 Unknown 0 Comments

Rembang – Langit yang terlihat gelap di waktu maghrib, tiba-tiba terlihat begitu terang dengan warna orange pekat disertai kepulan asap yang beitu tebal. Ya, terjadi sebuah kebakaran di Jalan Majapahit Rembang Kota. Kebakaran tersebut terjadi disebuah bengkel. Berita Kebakaran Bengkel Rembang.
 
Ini adalaha pengalaman yang kedua bagi santri leteh untuk mengatasi kebakaran. Yang pertama ketika bangunan rumah disebelah timur asrama putra yang mengalami kebakaran karena meletusnya tabung LPG 3 Kg. yang kedua ini masih belum diketahui penyebabnya. Kebakaran ini terjadi disebelah timur asrama putri. Jarak antara titik api dengan asrama hanya +/- 10 meter. Sontak para santri putri berhamburan keluar dengan kepanikan yang tidak bisa diatasi lagi. Santri putra berduyun-duyun menuju asrama putri untuk menghalau api yang cepat merambat untuk memakan bangunan. Hal itu dikarenakan banyaknya bahan yang mudah terbakar didalam bengkel.

Memang, para santri tidak pernah mengikuti simulasi tindakan pertama pada bencana alam atau tragedi kebakaran seperti ini. Namun, para santri ini layaknya seorang yang sudah dilatih secara profesional untuk menempatkan diri masing-masing dalam posisinya. Ya, kami secara otomatis menempatkan diri pada posisinya tanpa di koordinir. Kami membentuk sebuah barisan estafet untuk mengangkat ember berisi air. Kami para santri juga dibantu oleh warga sekitar. 

Dalam kobaran semangat para santri untuk memadamkan api, begitu pula si jago merah itu semakin kuat kobarannya, dalam hati aku hanya bisa bergetar ketika melihat begitu dahsyat kuasa Allah yang bisa bertindak atas kuasaNya. Bergetar dan tak tahan hati ketika aku mendengar adzan yang dikumandangkan dari Masjid Agung Rembang yang sangat keras sekali, hal serupa juga dilakukan oleh salah seorang santri yang tidak jauh dari titik kobaran api. Ya Allah, aku begitu takut melihat kuasa Mu. Ketika itu, aku berada di atas KM. Asrama putri (+/- 10 meter dari titik api) merasakan begitu panasnya api dunia Mu. Belum lagi dengan api neraka Mu Allah.

Dalam kumandang adzan itu, api berkobar bak setan yang merasa kepanasan dengan adzab Tuhan. Atas izin Allah, api mulai untuk bisa di jinakkan. Kejadian dari pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB pun mobil pemadam kebakaran masih berdatangan. Pada saat itulah, para senior santri memberikan status aman 90 %. aku dengan rekan-rekan yang lain kembali ke asrama putra untuk membersihkan diri. Dan, alhasil aku baru merasakan rasa pegal, perih, dan rasa yang menyiksa pada tubuh ini pasca tragedi tersebut. Wallahu a’lam.

 Foto ini di ambil pasca memadamkan api


diambil dari depan asrama putra




0 komentar:

Hello World. My Name is Muhammad Said Mansyur

Selasa, April 14, 2015 Unknown 0 Comments


Hello world. My name is Muhammad Said Mansyur. I’m 19th years old. I have born in Demak, May 23th 1996. I was eldest of four siblings. I was graduated from Islamic Senior High School State Rembang (MAN Rembang). Therefore, I stay in Islamic boarding in Rembang. Since 2011 until now I still stay in Islamic boarding. I not study in university for now because I want to add capabilities and knowledge about religion of Islam. This is a step to preparation to studying in Turkey. I know that in the abroad it’s more extremism stream. So, I want to strengthen of my Qaida. 

In senior high school I include in religion program. But, the psychology test said that I have to in social department. The consultant of teacher suggests me to take religion program. I just follow it because I sure that nothing teacher directed their student to negative things. Much organization I follow. In the high school I joined in journalism, bulletin, magazine school, youth scientific works, Boy Scout, PASKIBRAKA or the troop’s heritage flag raisers, and others. The organizations on the outside school also many I follow. Like voluntary activities in Semarang city or the green peace in Demak. In Semarang, I join in SSC (Save Street Children) Semarang. This voluntary organization concerned with the education of street children who rarely get a noticed of public. We taught them writing, reading, giving snack to interest them. Sometime, we have a difficulty to coordination them.

Thank you for reading my blog and Greetings for me. :D





Find me in Facebook : Klik Disini
or My E-mail : saidmansyur05@gmail.com
But, I'm sorry. My twitter account has been blocked. 
and sorry, I'm not have a Phone. So, I can't to publish my number phone or BBM or WA. :D #KEEPSMILE

0 komentar: